Jumat, 28 Oktober 2011

Hikmah Id al Adha

"DENGAN HIKMAH


 

'IDUL ADHA


 

KITA TINGKATKAN PERSATUAN

DAN KESATUAN BANGSA MENUJU INDONESIA BARU"


 


 


 


 

KHUTBAH 'IDUL ADHA

10 Dzulhijjah 1420 H / 16 Maret 2000 M

di Masjid Istiqlal Jakarta


 


 


 


 

Oleh :

DR. H. NASARUDDIN UMAR, MA

(Purek IV IAIN Syarif Hidayatullah jakarta)


 


 


 


 


 

PANITIA HARI-HARI BESAR Islam (PBHI)

DEPAR TEMEN AGAMA R.I

2000


 


 


 


 


 

KHUTBAH IDUL ADHA

Oleh : Nasaruddin Umar


 


 

Arab euy….


 


 


 

Allahu Akbar 6 x


 

    Hari yang kita rayakan pada hari ini, satu di antara dua hari daya besar umat Islam, yakni Idul Adha dan Idul Fithri. Kedua hari raya ini mempunyai persamaan makna, yaitu hari kembalinya seseorang kekpada semangat kesucian. Kalau Idul Fitri orang bisa kembali kepada kesucia setelah melaksanakan puasa sebulan penuh, maka Idul Adha orang berpeluang kembali kepada kesucian, terutama bagi mereka yang telah menunaikan haji dengan mabrur………..arab………(haji mabrur tiada lainnya balasannya selain syurga ) kata Rasululloah SAW.


 

Allahu Akbar 3 x

    Ibadah Haji adalah ibadah tertua dalam sejarah umat manusia, dan ka'bah adalah bangunan suci pertama dimuka bumi ini.



 

    
 


 


 

Sesungguhnya rumah Allah SWT yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah di Mekah yang diberkahi dan menjadi penunjuk bagi semua manusia ( QS . Ali 'Imran / 3 :96)


 

    Dalam satu riwayat disebutkan, ketika adam diusir dari surga kebumi, ada satu hal yang paling ia sedihkan, yaitu Adam tidak bisa lagi mengikuti ibadah para malaikat bertawaf mengeliingi Arasy, yakni singgahan Allah SWT , kemudian Adamn dihibur dengan dibangunnya ka'bah sebagai Batullah, miniatur atau tiruan'Arasy di bumi. Lalu Adam di perintahkan Allah SWT bertawaf mengelilingi Ka'bah. Jadi thawaf adalah cara ibadah menirukan malaikat mengelilingi 'Arasy, dan ternyata seluruh makhluk makrokosmos di jagat raya juga melakukan "tawaf". Misalnya bulan dan bumi bertawaf mengelilingi matahari, dan matahari beserta seluruh familinya juga bertawaf mengelilingi pusat galaksi Bimasakti. Merekla semua dengan setia menyembah kepada Allah SWT sebagaimana dalam firman-Nya :


 


 



 


 


 


 


 

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah SWT bersujud apa yang ada di langit, di bumi , matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohon, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar dari pada manusia ? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapka azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah SWT maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah SWT berbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. Al-Hajj/22 :18).


 

    Planet-planet yang ada di angkasa raya, dengan tekun beredar diatas rel peredarannya. Sedikit saja planet-planet yang lazim disebut makrokosmos itu melenceng dari garis edarnya, maka akan menimbulkan perubhan komkposisi kimia dalam oksigen, dan selanjutnya berakibat fatal dalam kehidupan manusia.

    

    Thawaf sebagai warisan dari Nabi Adam, selain menirukan cara beribadah para malikat, juga menirukan prilaku alam raya. Ini semua membuktikan bahwa manusia sebagai partikel mikrokosmos, harus juga tunduk dan pasrah (Islam) dan konsisten(istiqamah) kepada Khaliqnya. Seorang muslim ynag sejati, selain menyatakan kepasrahan total kepada Tuhan, ia juga harus memancarkan nilai-nilai pencerahan dan fibrisi kasih di dalam kehhidupan bermasyarakat, bukannya menebarkan isu yang akan menyulut pertentangan, yang pada gilirannya memperlemah sendi-sendi persatuan dan kesatuan.


 

Allahu Akbar 3x

    Dalam siklus kehidupan sehari-hari, manusia senantiasa menjalankan fungsi-fungsi tawaf. Orang-orang yang bertawaf di atas rel yang benar, mereka itulah disebut orang-orang yang berjalan diatas jalan yang lurus, jalan yang penuh kenikmatan :


 


 


 


 

    Orang-orang musyrik, yang memiliki loyalitas dan penghambaan ganda kepada lebih dari satu obyek yang seharusnya disembah, maka sesungguhnya mereka telah menempuh rel menyimpang dalam kehidupan. Mereka inilah yang digambarkan Tuhan dalam surah al-Hajj.


 


 


 


 

Barang siapa mempersekutukan sesuatudengan Allah SWT,maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (QS. Al-al-Hajj/22:31)


 

    Orang-orang yang menyimpang daaaari sistem global Tuhan dan menyalahhi ttatakrama kemanusiaan, maka mereka itu termasuk orang-orang yang menyimpang dari rel. Nurani (cahaya) dalam hati mereka berangsur-angsur padam digantiakn dengan hati Zhulmani, yang gelap-gulita. Cermin batin mereka yang burang sudah tidak mampu lagi menangkap nur, cahaya Ilahi. Mereka terealisasi oleh gfemerlapnya kehidupan duni. Hati mereka tiadk lagi tergetar menyaksikan penderitaan kaum dhu'afa' yang semakin dh'if' karena faham individualisme sedemikian merasuk ke dalam pikiran mereka. Orang-oarang seperti ini sulit merasakan ketenangan dan ketentraman hakiki, karena dalam jiwanya dipadati hawa nafsu penaklukan (power struggle), dan pada akhirnya mereka merasakan kelelahan karena tersedot oleh energinya sendiri. Dalam bahasa al-Quran dikatakan :



 


 


 


 


 


 


 


 


 

Barang siapa yang Allah SWT kehendaki akan diberikan petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk Islam (berpaslah diri). Dan barang diapa yang dikehendaki Allah SWT kesesatannya, niscaya Allah SWT menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah SWT menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al-An'am/6: 125).


 

    Raja Namrud dianggap sebagai simbol manusia penuh power struggle, yang senantisa mengobarkan api kezaliman dan penindasan. Namun kenyataannya, api kezaliman itu tidak dapat membakar hngus tekad dan semangar kebenaran yang di bawa Nabi Ibrahim. Ia telah berhasil mereformasi berbagai bentuk tradisi yang zhalim dan anarkis, menuju masyarakat adil dan demokratis. Ini suatu pelajaran bahwa, perjuangan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan bijaksana tidak akan di musnahkan secara total oleh kekuatan besar manapun. Setangguh apapun suatu kekuatan yang ditegakanatas landasan yang bathil, tidak akan sanggup melenyapkan kekuatan yang didsari niat suci betapapun kecil kekuatan itu.


 


 


 


 

Allahu Akbar
3 x


 

    Nabi Ibrahim satu diantara kelompok kecil nabi yang memperoleh predikat "pemilik kebesaran"ulul 'azhmi) dan secara khusus disebut sebagai " kesayangan Allah SWT" (khalil Allah SWT) . di antara keutamaan Nabi Ibrahim ialah membangun sumber daya manusia yang tangguh dengan meletakkan sendi-sendi kemanusiaan yang konstruktif. Pertama kali ia merombak kepercayaan syirik-politisme meruju kepercayan tauhid atau monoteisme mutlak. Ia disebut bapak Monoteisme karena secara genetik kedua putranya, yaitu nabi Ishaq dan Ismail, telah menurunkan tiga nabi yang membawa tiga agama langit (samawi), yaitu agama Yahudi dan agama Nashrani masing-masing dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi Isa dari jalur Nabi Ishaq, dan agama Isalam yang dibawa oleh Nabi Muhammad dari jalur Nabi Ismail. Jadi, keberadaaan Nabi Ibrahim mempunyai arti penting sebagai situs dan sekaligus sebagai simpul ketiga agama samawi tersebut.


 

    Seandainya pengikut ketiga agama ini menekankan titik pertemuannya sebagai sesama penganutnya rupun agama anak cucu Ibrahim (Abrahamic religions) , tetapi sebaliknya jika yang ditekankan adalah unsur perbedaan, maka agama akan berdampak negatif sebagai kekuatan daya pemecah (sentifugal). Untuk menampilkan kekuatan agama sebagai pemersatu dalam sebuah masyarakat yang majemuk, diperlukan adanya saling penertian mendalam antara penganut agama. Di sinilah pentingnya upacara kurban (sacrifation) yang dikenal dalam setiap agama, termasuk ibadah kurban yang sebentar lagi kita akan lakukan, selain untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, juga untuk mendidik jiwa kita agar tidak egois.


 

Allahu Akbar 3x


 

    Salah satu dimensi keunggulan Nabi Ibrahim ialah besarnya pengorbanan yang ditunjukan kepada Allah SWT melalui ketulusan mengurbankan putra kesayangan yang lahir dari isterinya, Hajar. Nabi Ismail lahir setelah melalui penantian cukup panjang dari keluarga ini.

    Kisah keluarga Nabi Ibrahim ini sarat dengan pesan-pesan moral Nabi Ibrahim adalah seimbol bagi manusia yang rela mengorbankan apa saja demi mencapai keridhaan Tuhan, termasuk rela mengorbankan diri di dalam kobaran api.

    Setiap orang mempunyai kelemahan terhadap sesuatu yang dicintainya. Kelemahan Ibrahim terletak pada anak kesayangan yang sudah lama didambakannya, dan dari sini pula kembali diuji oleh Tuhan berupa godaan setan, tetapi Nabi Ibrahim lulus dari ujian itu. Ia secara tulus dan ikhlas rela mengorbankan putra kesayangannya.


 

    Nabi Ismail adalah simbol bagi sesuatu paling dicintai dan sekaligus berpotensi untuk melemahkan dan menggoyangkan iman, simbol bagi sesuatu yang dapat membuat kita enggan menerima tanggung jawab. Simbol bagi sesuatu yang dapat mengajak kita untuk berpikiriran subyektif dan berpendirian egois. Tegasnya, simbol bagi segala sesuatu yang dapat menyesatkan kita.

    Mari kita menginstropeksi dan megukur diri kita masing-masing. Seandainya kita adalah "Ibrahim"-simbol bagi manusia seia tulus- dan seharusnya memang kita demikian adanya, sudahkah kita memperoleh iman setangguh Nabi Ibrahim ? Sudahkah kita menunjukkan pengorbanan optimal ke jalan-jalan yang ridhoi Tuhan ? jika kita misalnya berada di puncak karir, sudah relakah kita mengorbankan segala demi mempertahankan prinsif-prinsif ajaran yang dianut?


 

    "Nabi Ismail " sebagai simbol bagi sesuatu yang amat kita cintai. Boleh jadi "Ismail-Ismail" kita mengambil bentuk berupa harta kekayaan, seperti kendaraan baru, rumah mewah, jabatan penting, deposito,datu kekayaan lainnya. apakah kita sudah rela dan siap mengorbankan "Ismail-Ismail" kita untuk mencapai tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu mencapai ridha Tuhan?


 

    Jika kita sebagai suami, sudah sanggupkah kita meniru ketangguhan iman Nabi Ibrahim, mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya demi mengamalkan perintah Tuhan ? Jika kita sebagai Isteri, sudah sanggupkah kita meniru ketabahan dan jetaatan Hajar, merelakan suaminya menjalankan perintah Tuhan dan menghargai jiwa besar anakya ? Jika kita sebagai anak, sudahkah kita memiliki idealisme yang tangguh seperti Nabi Ismail, rela menjadi korban untuk suatu tujuan mulia ?


 


Allahu Akbar 3x


 

    Hari Raya Idul Adha lazim juga disebut Idul Qurban. Disebut demikian karena pada hari disyariatkan pelaksanaan ibadah Qurban, yaitu suatu aksi sosial yang mengambil bentuk penyembelihan hewan kurban dan dagingnya dibagi-bagikan kepada fakir miskin.


 

    Kalau dalam bulan Ramadhan diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah, berupa beras atau kebutuhan makanan pokok kepada fakir miskin, maka sekitar dua bulan kemudian, fakir miskin kembali memperoleh bentuk uluran tangan berupa daging. Disamping bantuan rutin ini, fakir miskin juga memperoleh santunan berupa pembayaran fidyah, kaffarh. Belum lagi subsidi dalam bentuk lain, seperti shdakah, infaq, zakat harta, dan sumber-sumber keuangan dari umat Islam lainnya. seandainya pranata ini berjalan dengan semestinya, maka meskipun terdapat kesenjangan tetapi rasa kesenjangan itu tidak akan hinggap di hati fakir miskin, dan tidak perlu cemas terhadap ancaman letupan sosial.


 

    Beras dan semacamnya adalah jenis karbohidrat yang sangat dibutuhkan di dalam tubuh, sedangkan daging adalah protein yang sangat di perlukan di dalam jaringan tubuh. Idealnya setiap hari tubuh kita memerlukan protein hewan atau zat amino acid dalam ukuran tertentu. Seoarang dalam masa pertumbuhan (developing), sekitar 12 tahun kebawah, membutuhkan zat amino acid 750 mg setiap hari dan orang dewasa setiap harinya membutuhkan 350-400cmg. Seseorang yang tidak mencukupi standar ini, terutama kepada anak-anak tadi, maka secara biologis mereka akan mengalami masalah, palaing tidak seorang anak akan mengalami pertumbuhan kecerdasan / IQ yang lamban dan lemah, serta berbagai gangguan fisik lainnya.


 

    Di antara saudara-saudara kita masih banyak yang tidak sanggup mengkonsumsi protein hewani setiap hari, mungkin ada yang bulanan atau bahkan tahunan. Dengan perintah untuk berqurban sesungguhnya secara implisit Tuhan menyerukan kepada kita untuk membebaskan masyarakat dari kekurangan gizi. Jiwa dan fisik yang prima lebih berpotensi manjadi hamba ideal dan khalifah sukses, dari pada jiwa dan fisik yang lemah: arab euy......(Pikiran yang sehat terletak di dalam tubuh yang sehat).


 

Allahu Akbar 3x


 

    Ya Allah SWT, Tuhan kami Yang Majha Pengasih lagi Penyayang, kami hadir dan bersimpuh di hadapan-Mu. Curahkanlah rahmat ma'unah, dan maghfirah-Mu kepada kami semua. Anugerahkan kami iman yang tangguh, setangguh iman yang Engkau berikan kepada keluarga Nabi Ibrahim. Hindarkanlah kami dan masyarakat bangsa kami dari berbagai musibah dan perpecahan, seperti yang pernah engkau timpakan kepada umat-umat yang anarkis di masa lalu.


 

    Ya Allah SWT, Tuhan kami Yang Maha Kuasa, berikanlah petunjuk ke jalan yang Engkau ridhai, berikan pula semangat dan kemampuan untuk menjalani jalan lurus itu, tanpa resiko yangf dapat menyulitkan kehidupan kami. Ya Allah SWT, hanya kepada-Mu kami serahkan segalanya, terimalah kami.




 


 


 


 


 


 


 

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright Artikel, Skripsi 'N Tesis 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .